Rabu, Juli 07, 2021

Saat Tak Bisa Menepati Janji Kepada Anak, Lakukan 5 Hal Berikut!


Sepertinya saat ini sedang di masa penghujung liburan bagi anak-anak sekolah, ya. Para orang tua pasti udah jauh-jauh hari sudah mulai mempersiapkan mereka untuk menyambut hari sekolah di kelas yang baru. Terkadang karena terlalu lama libur, anak-anak merasa enggan menyiapkan peralatan sekolahnya masing-masing. Berbagai upaya dan bahkan janji, terkadang kita ucapkan kepada anak-anak sebagai motivasi agar mereka bisa bersemangat menyambut hari sekolah mereka.

Senang bukan rasanya, ketika kita sebagai orang tua atau guru melihat anak-anak termotivasi dengan ucapan dan usaha kita. Pasti dalam benak mereka adalah, bagaimana caranya agar mereka mendapatkan hasil yang terbaik demi sesuatu yang mungkin saja, secara sadar atau tidak, telah kita ucapkan kepada mereka.

Namun, kadang adakalanya, karena sesuatu hal, kita sebagai orang tua yang memberi janji, tidak bisa menepati janji tersebut.

Tentu sebagai contoh bagi anak-anak, kita tidak bisa berpura-pura lupa atau tiba-tiba ingkar janji. Bagaimana pun juga anak kecil adalah calon orang dewasa yang baik buruknya tergantung bagaimana orang tua mewarnainya. Dan sangat wajar jika mereka juga memiliki rasa kecewa dan sedih seperti kita sebagai orang tuanya.

Berikut ada Lima cara untuk para orang tua mengantisipasi kekecewaan anak;


1. Minta Maaf

Kita semua pasti paham, meski kita tidak memiliki niat untuk membuat orang lain apalagi anak-anak kecewa, kita sebagai sih pembuat janji tetap kudu yang namanya minta maaf. Minta maaf karena bukan 100% kesalahan kita, serta merta tidak akan membuat kita menjadi orang yang buruk di mata mereka. Malah sebaliknya, secara tidak langsung kita memberikan contoh yang baik kepada mereka.

2. Berikan Penjelasan

Meski pemahaman anak-anak belum sematang kita sebagai orang tua, bukan berarti mereka tidak paham dengan ucapan atau penjelasan dari kita. Hanya saja, kosa kata mereka belum se-kaya kita, jadi harus gunakan bahasa yang mereka pahami atau bahasa sehari-hari mereka.

3. Berikan Pengganti Reward yang Kita Janjikan

Saat kita sudah menjelaskan alasan ketidakbisaan kita untuk menepati janji, dan anak-anak terlihat menerima. Bukan berarti di dalam hati mereka langsung plong dan langsung memaklumi. Yang namanya anak-anak, tidak hanya kemampuan motoriknya saja yang sedang berkembang, tapi kemampuan untuk mengelola emosi dan kemampuan untuk menerima takdir pun juga sedang berproses.

Berikan Pengganti atas janji atau reward kita sebelumnya. Tak harus sama persis, tapi setidaknya bisa mengobati kekecewaan mereka.

4. Berikan Pujian

Memaklumi sesuatu yang tidak kita inginkan, tentu tidak semua orang dewasa bisa. Anak-anak pun demikian, maka tak ada salahnya, saat mereka mulai sedikit bisa menerima alasan kita, berikan pujian atas sikap lapang dada mereka.

5. Ucapkan Terima Kasih

Mengucapkan terima kasih tidak hanya karena kita menerima bantuan atau kebaikan dari orang lain. Tapi saat anak-anak bisa bersikap dewasa dan mampu memaklumi keterbatasan kita sebagai orang tua, maka tak ada salahnya ucapan terima kasih kita haturkan kepada mereka yang diiringi dengan pelukan hangat.

Minangkabau, 7 Juli 2021

2 komentar:

  1. Iya, orang tua jangan gengsi minta
    maaf sama anak dan hargai anak walaupun mereka masih kecil.

    BalasHapus

Pesanan Bu Siti

  Aku pernah menikah selama dua tahun. Cerai di tahun ketiga. Prosesnya cepat, kayak mi instan—panas, berasap, dan bikin kenyang emosi. Lima...